Search

Pengenalan tentang Mixing dan Mastering oleh Mr David Klein

Wartaband.com - Mixing dan Mastering

Kata dasar dari Mixing adalah “mix”, yg artinya mencampur dari banyak menjadi sedikit.

Berbeda dengan “split”, dimana sumber suara yang sedikit kita pisah – pisahkan menjadi banyak.

Alat pro audio yang umum untuk melakukan mixing adalah “mixer”, ataupun disebut sebagai:

1. Mixing desk

2. Mixing board

3. Mixing console

Sedangkan untuk men “split”, adalah splitter (misalkan headphone amplifier)

Mastering adalah proses setelah mixing, dimana secara umum dapat dikatakan setelah

sejumlah track di “mix” menjadi stereo track, maka stereo track ybs. Kita atur lagi

(mastering) terutama level dan EQ nya sehingga menjadi 1 warna, ataupun secara advanced

kita membuat harmonic content yang lebih “kaya”, sehingga secara keselurahan hasil mixing

an kita menjadi lebih baik.

     Demikian pula pada proses mastering kita dapat membuat stereo imaging menjadi lebih

lebar ataupun lebih sempit sesuai keperluan yang diharapkan. Peralatan untuk mastering ini

relatif jauh lebih “sophisticated” dibanding peralatan untuk keperluan mixing, ataupun

tracking.

Kita bicarakan satu per satu dulu ya ?....

1. Mixing

Berapa track yg akan kita mix ?

Jenis material yang kita akan mix ? ( Musik, non-musik, BGM, FGM )

Genre musik yang akan kita mix ? (untuk keperluan menentukan refrensi)

Misalkan yang akan kita mix adalah sebuah band yang terdiri dari 16 track.

Maka kita pastikan semua track sudah direkam dengan baik,

Baru setelah itu kita tentukan genre apa untuk referensi nya, misalkan genre rock, maka kita

tentukan kita akan mempunyai acuan material yang mana, karena tentunya banyak sekali

band – band rock yang sudah ada dan sudah di mixing dan di mastering dengan standar

international.

Langkah penentuan ambience ataupun atmosfir adalah sesuatu yang crucial, akan tetapi

sering dilupakan.

Penentuan ambience ini berkaitan dengan penentuan natural effect, ataupun ambience

effect. Tentukan pada umumnya jenis musik yang kita akan mix biasanya berada di

ambience seperti apa. ( Room, Hall, big stage, In-door, out-door, club, small café, dll… )


Barulah kita mulai me mixing mulai dari awal.

1. Rhythm section

2. String section / Brass section

3. Soloist

4. Natural FX dan Special FX


Kita teruskan pembicaraan ini pada kesempatan selanjutnya ok, nanti terlalu banyak

kata – kata baru, kita jadi pusing dengan urusan kosa kata, instead of mixing nya

itself.

Salam pro audio

Let’s get a better sound

David Klein